Sepasang kakek dan nenek pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik. “Lihat cangkir itu,” kata si nenek kepada suaminya. “Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat,” ujar si kakek.
Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara “Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar.
Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Stop ! Stop ! Aku berteriak, Tetapi orang itu berkata “belum !” lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang. Stop! Stop ! teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian. Panas ! Panas ! Teriakku dengan keras. Stop ! Cukup ! Teriakku lagi. Tapi orang ini berkata “belum !”
Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku. Oh ternyata belum. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Stop ! Stop ! Aku berteriak.
Wanita itu berkata “belum !” Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya! Tolong ! Hentikan penyiksaan ini ! Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku.Ia terus membakarku. Setelah puas “menyiksaku” kini aku dibiarkan dingin.
Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku.
***
Sahabat, dalam kehidupan ini adakalanya kita seperti disuruh berlari, ada kalanya kita seperti digencet permasalahan kehidupan. Tapi sadarlah bahwa lakon-lakon itu merupakan cara Tuhan untuk membuat kita kuat. Hingga cita-cita kita tercapai. Memang pada saat itu tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata. Tetapi inilah satu-satunya cara untuk mengubah kita supaya menjadi cantik dan memancarkan kemuliaan.
“Sahabat, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai pencobaan, sebab Anda tahu bahwa ujian terhadap kita menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya Anda menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.”
Apabila Anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati, karena akhir dari apa yang sedang anda hadapi adalah kenyataan bahwa anda lebih baik, dan makin cantik dalam kehidupan ini.
http://www.resensi.net/cangkir-yang-cantik/2008/07/14/
Sabtu, 26 Desember 2009
Tantangan bagi Entreprener
Seringkali kita ditanya: problem apa yang paling banyak dijumpai dalam
perusahaan tempat kita bekerja? Jawabannya mungkin sangat mencengangkan
anda.
Pada umumnya jawaban yang diberikan adalah: persoalan keuangan, atau
kurangnya dana untuk menjalankan usaha. Memang benar, kas seringkali
merupakan tantangan besar bagi manajemen, terutama bagi perusahaan yang
sedang dalam perubahan yang dinamis, baik itu pertumbuhan atau penurunan
usaha.
Tapi sebenarnya kita tak selalu mempunyai masalah dalam hal pendanaan untuk
perusahaan. Setiap orang tahu bahwa ada banyak bank yang senantiasa mencari
“debitur yang baik”. Bila toh tidak ada bank masih ada ribuan investor yang
bersedia memasok dana. Dengan demikian, ketersediaan dana bukanlah persoalan
yang sesungguhnya.
Persoalan yang paling banyak kita lihat, yang menghambat keberhasilan
pertumbuhan perusahaan, adalah tiadanya FOKUS manajemen. Anda mungkin
bertanya: bukankah ini hanya merupakan pepatah tua manajemen? Benar sekali,
namun dengan penekanan yang berbeda: bahwa, penentuan fokus yang jelas atas
setiap strategi, tujuan atau tugas adalah tantangan yang paling banyak
dijumpai dan menjadi batu sandungan bagi banyak enterpreneur. Dan, batu
sandungan itu biasanya menyakitkan bahkan berakibat fatal.
Biasanya, para pendiri memulai usahanya dengan memfokuskan diri pada satu
dari tiga hal berikut: produk yang baik dan inovatif, misi yang
menggairahkan, atau memasuki pangsa pasar yang belum terlayani. Kemudian
para pendiri memasok dana dan investasi. Dan perusahaan pun berjalan,
karyawan direkrut, sistem dan prosedur disusun dan diawasi, kemudian muncul
berbagai persoalan dan resiko yang membutuhkan lebih banyak perhatian
manajemen serta keuangan.
Semua hal itu muncul beruntun dan mungkin tidak terpikirkan pertama kali.
Seringkali para pendiri bukanlah orang yang cukup ahli untuk menangani semua
itu. Mereka butuh orang lain yang mampu mengatasinya. Tapi, persoalan yang
lebih buruk muncul, karena para pendiri tidak mempercayai orang lain untuk
melakukan pekerjaan itu. Ketika mereka tidak mampu merekrut orang yang
tepat, mereka mungkin punya alasan kuat untuk tidak mempercayai siapa pun.
Kebanyakan hal ini timbul karena para pendiri merasa bahwa perusahaan ini
adalah perusahaan mereka yang harus dijalankan sesuai kemauan mereka. Lalu
diangkatlah seorang CEO yang akan mengawasi setiap detil, bahkan pada
bidang-bidang yang bukan merupakan keahlian mereka. Semua itu hanya akan
mencekik karyawan yang sebenarnya mereka rekrut untuk melakukan
pekerjaan-pekerjaan manajemen.
Akibatnya, para pendiri itu mengalihkan perhatian CEO dari tugas terbesar
mereka untuk melakukan pengembangan, menaikkan penjualan, atau membangun
jejaring yang bisa menyediakan berbagai sumber daya dan keuangan untuk
investasi-investasi baru dan kemitraan. Kini tidak ada orang lagi yang
mempunyai komitmen, intensitas dan gairah untuk membangun perusahaan. Maka
impian besar yang dicanangkan para pendiri ketika pertama kali mereka
membuka perusahaan pun pudar. Lalu banyak orang yang keheranan, bagaimana
perusahaan yang dimulai dengan luar biasa itu bisa jatuh dalam persoalan
yang berlarut-larut.
Jawabannya adalah fokus manajemen yang diterapkan pada seluruh sumber daya
perusahaan untuk mencapai tujuan terpenting perusahaan. Pertanyaannya, apa
yang menjadi tujuan perusahaan yang paling penting? Mungkin jawabannya bisa
berbeda antar satu perusahaan dengan perusahaan lain. Namun, cara untuk
menemukan jawaban yang tepat bagi anda tidaklah terlalu berbeda. Tak peduli
apakah anda sedang membangun General Electric, Microsoft atau lain-lain,
anda bisa menggunakan teknik yang sama untuk mengetahui apa tujuan
terpenting perusahaan. Kami membaginya menjadi lima alat dasar bagi
manajemen:
1–Visi.
Harus ada visi yang jelas yang menuntun perusahan akan dibawa kemana. Visi
ini harus secara aktif tercerminkan pada misi dan aktivitas harian dari
bisnis anda. Jika fokus utama anda adalah untuk mendapatkan uang
sebanyak-banyaknya, maka perhatian anda akan selalu tertuju pada setiap
kesempatan yang sesaat dapat menaikkan keuntungan anda. Dan, anda pun akan
melompat dari satu kesempatan pada kesempatan yang lain. Ini seperti
memperhatikan pergerakan harga saham setiap hari. Anda menghabiskan waktu
untuk mengejar trend bukan membangun trend. Selalulah mempunyai pandangan
yang jelas, akan kemana anda sedang menuju, dan pastikan setiap orang di
perusahaan anda melihat tujuan itu.
2–Rencana.
Pondasi enterpreneur yang sukses adalah rencana. Pikirkan masak-masak, bila
perlu tulislah sejelas-jelasnya, rencana bisnis sesuai visi anda, dan
tentukan apa yang ingin anda capai, apa goal dan tujuan anda, apa yang harus
anda lakukan untuk mencapai itu, produk dan pasar apa yang ingin anda
layani, seberapa banyak dan seberapa cepat, sumber daya apa yang anda
butuhkan (terutama orang dan dana), dan apa strategi yang anda gunakan untuk
mencapai tujuan itu. Kalau anda bisa menuliskannya di atas kertas, maka anda
akan tahu apa yang menarik perhatian dan menjadi fokus manajemen anda.
3–Anggaran.
Anggaran adalah rencana anda yang diwujudkan dalam angka-angka keuangan.
Setiap CEO selalu mempunyai anggaran, tetapi kebanyakan mereka menyimpannya
di dalam benar saja, ketimbang menuliskannya sehingga bisa digunakan oleh
setiap orang dalam manajemen untuk membantu meraih tujuan. Anggaran yang
tidak digunakan secara aktif oleh orang-orang dalam manajemen adalah lebih
buruk ketimbang sesuatu yang tidak berguna. Setiap CEO semestinya memberikan
pemahaman pada orang-orang dalam organisasinya, dan mengarahkan mereka untuk
selalu berada dalam jalur anggaran yang benar. Dengan demikian, kita selalu
mencari jawaban atas tiga pertanyaan berikut: bagaimana performa kita
dibanding anggaran? Apa yang harus dilakukan untuk mengecilkan variance? Apa
yang sudah kita pelajari untuk menyusun anggaran yang lebih baik tahun
depan?
4–Rekuitmen.
Rekrutlah orang-orang terbaik yang bisa anda dapatkan. Tentukan dengan jelas
tugas yang harus diselesaikan, lalu cari orang yang mampu melakukannya, tak
peduli apakah itu untuk pekerjaan CFO, tenaga penjual atau hanya seorang
clerk saja. Lalu beri mereka gaji / imbalan yang layak dan tuntutlah
performa yang luar biasa dari mereka. Anda akan mendapatkan bahwa uang yang
anda bayarkan untuk mereka memberikan imbalan yang jauh lebih banyak. Anda
pun hanya butuh sedikit orang untuk menjalankan perusahaan. Jika anda
mempekerjakan orang berdasarkan berapa gaji yang bersedia anda bayarkan,
maka anda takkan pernah mendapatkan lebih dari besar gaji itu, dan itu bukan
cara membangun perusahaan yang besar. Pekerjakan orang-orang yang terbaik.
5–Manajemen.
Berikan kesempatan bagi karyawan anda untuk melakukan apa yang semestinya
mereka lakukan. Beri mereka visi, petunjuk dan arahan yang jelas lalu
menjauhlah anda dari setiap detil. Mereka takkan pernah melakukan apa yang
mungkin anda lakukan, namun seringkali mereka melakukannya lebih baik dari
anda. Jika performa mereka tidak sesuai dengan standar perusahaan, maka
ganti saja pekerjaan mereka atau ganti mereka. Jangan menghabiskan waktu
untuk menutup-nutupi kelemahan mereka. Ini hanya akan menambah kelemahan
diri anda sendiri, dan pekerjaan pun takkan pernah selesai dengan baik.
Fokus manajemen dicapai melalui pencanangan visi yang jelas, rencana
tindakan dan mempekerjakan karyawan yang berbakat, berdedikasi untuk
melakukan apa pun demi mencapai tujuan. Keberhasilan bsnis dicapai dengan
menguasai proses tersebut, atau bila tidak, mungkin anda hanya sedang
beruntung saja. Maka, sebenarnya mana yang anda pilih? (07052002)
(Disadur dari: Gene Siciliano, CMC, CMA, The Greatest Management Challenge)
http://www.resensi.net/tantangan-bagi-entreprener/2008/05/24/
perusahaan tempat kita bekerja? Jawabannya mungkin sangat mencengangkan
anda.
Pada umumnya jawaban yang diberikan adalah: persoalan keuangan, atau
kurangnya dana untuk menjalankan usaha. Memang benar, kas seringkali
merupakan tantangan besar bagi manajemen, terutama bagi perusahaan yang
sedang dalam perubahan yang dinamis, baik itu pertumbuhan atau penurunan
usaha.
Tapi sebenarnya kita tak selalu mempunyai masalah dalam hal pendanaan untuk
perusahaan. Setiap orang tahu bahwa ada banyak bank yang senantiasa mencari
“debitur yang baik”. Bila toh tidak ada bank masih ada ribuan investor yang
bersedia memasok dana. Dengan demikian, ketersediaan dana bukanlah persoalan
yang sesungguhnya.
Persoalan yang paling banyak kita lihat, yang menghambat keberhasilan
pertumbuhan perusahaan, adalah tiadanya FOKUS manajemen. Anda mungkin
bertanya: bukankah ini hanya merupakan pepatah tua manajemen? Benar sekali,
namun dengan penekanan yang berbeda: bahwa, penentuan fokus yang jelas atas
setiap strategi, tujuan atau tugas adalah tantangan yang paling banyak
dijumpai dan menjadi batu sandungan bagi banyak enterpreneur. Dan, batu
sandungan itu biasanya menyakitkan bahkan berakibat fatal.
Biasanya, para pendiri memulai usahanya dengan memfokuskan diri pada satu
dari tiga hal berikut: produk yang baik dan inovatif, misi yang
menggairahkan, atau memasuki pangsa pasar yang belum terlayani. Kemudian
para pendiri memasok dana dan investasi. Dan perusahaan pun berjalan,
karyawan direkrut, sistem dan prosedur disusun dan diawasi, kemudian muncul
berbagai persoalan dan resiko yang membutuhkan lebih banyak perhatian
manajemen serta keuangan.
Semua hal itu muncul beruntun dan mungkin tidak terpikirkan pertama kali.
Seringkali para pendiri bukanlah orang yang cukup ahli untuk menangani semua
itu. Mereka butuh orang lain yang mampu mengatasinya. Tapi, persoalan yang
lebih buruk muncul, karena para pendiri tidak mempercayai orang lain untuk
melakukan pekerjaan itu. Ketika mereka tidak mampu merekrut orang yang
tepat, mereka mungkin punya alasan kuat untuk tidak mempercayai siapa pun.
Kebanyakan hal ini timbul karena para pendiri merasa bahwa perusahaan ini
adalah perusahaan mereka yang harus dijalankan sesuai kemauan mereka. Lalu
diangkatlah seorang CEO yang akan mengawasi setiap detil, bahkan pada
bidang-bidang yang bukan merupakan keahlian mereka. Semua itu hanya akan
mencekik karyawan yang sebenarnya mereka rekrut untuk melakukan
pekerjaan-pekerjaan manajemen.
Akibatnya, para pendiri itu mengalihkan perhatian CEO dari tugas terbesar
mereka untuk melakukan pengembangan, menaikkan penjualan, atau membangun
jejaring yang bisa menyediakan berbagai sumber daya dan keuangan untuk
investasi-investasi baru dan kemitraan. Kini tidak ada orang lagi yang
mempunyai komitmen, intensitas dan gairah untuk membangun perusahaan. Maka
impian besar yang dicanangkan para pendiri ketika pertama kali mereka
membuka perusahaan pun pudar. Lalu banyak orang yang keheranan, bagaimana
perusahaan yang dimulai dengan luar biasa itu bisa jatuh dalam persoalan
yang berlarut-larut.
Jawabannya adalah fokus manajemen yang diterapkan pada seluruh sumber daya
perusahaan untuk mencapai tujuan terpenting perusahaan. Pertanyaannya, apa
yang menjadi tujuan perusahaan yang paling penting? Mungkin jawabannya bisa
berbeda antar satu perusahaan dengan perusahaan lain. Namun, cara untuk
menemukan jawaban yang tepat bagi anda tidaklah terlalu berbeda. Tak peduli
apakah anda sedang membangun General Electric, Microsoft atau lain-lain,
anda bisa menggunakan teknik yang sama untuk mengetahui apa tujuan
terpenting perusahaan. Kami membaginya menjadi lima alat dasar bagi
manajemen:
1–Visi.
Harus ada visi yang jelas yang menuntun perusahan akan dibawa kemana. Visi
ini harus secara aktif tercerminkan pada misi dan aktivitas harian dari
bisnis anda. Jika fokus utama anda adalah untuk mendapatkan uang
sebanyak-banyaknya, maka perhatian anda akan selalu tertuju pada setiap
kesempatan yang sesaat dapat menaikkan keuntungan anda. Dan, anda pun akan
melompat dari satu kesempatan pada kesempatan yang lain. Ini seperti
memperhatikan pergerakan harga saham setiap hari. Anda menghabiskan waktu
untuk mengejar trend bukan membangun trend. Selalulah mempunyai pandangan
yang jelas, akan kemana anda sedang menuju, dan pastikan setiap orang di
perusahaan anda melihat tujuan itu.
2–Rencana.
Pondasi enterpreneur yang sukses adalah rencana. Pikirkan masak-masak, bila
perlu tulislah sejelas-jelasnya, rencana bisnis sesuai visi anda, dan
tentukan apa yang ingin anda capai, apa goal dan tujuan anda, apa yang harus
anda lakukan untuk mencapai itu, produk dan pasar apa yang ingin anda
layani, seberapa banyak dan seberapa cepat, sumber daya apa yang anda
butuhkan (terutama orang dan dana), dan apa strategi yang anda gunakan untuk
mencapai tujuan itu. Kalau anda bisa menuliskannya di atas kertas, maka anda
akan tahu apa yang menarik perhatian dan menjadi fokus manajemen anda.
3–Anggaran.
Anggaran adalah rencana anda yang diwujudkan dalam angka-angka keuangan.
Setiap CEO selalu mempunyai anggaran, tetapi kebanyakan mereka menyimpannya
di dalam benar saja, ketimbang menuliskannya sehingga bisa digunakan oleh
setiap orang dalam manajemen untuk membantu meraih tujuan. Anggaran yang
tidak digunakan secara aktif oleh orang-orang dalam manajemen adalah lebih
buruk ketimbang sesuatu yang tidak berguna. Setiap CEO semestinya memberikan
pemahaman pada orang-orang dalam organisasinya, dan mengarahkan mereka untuk
selalu berada dalam jalur anggaran yang benar. Dengan demikian, kita selalu
mencari jawaban atas tiga pertanyaan berikut: bagaimana performa kita
dibanding anggaran? Apa yang harus dilakukan untuk mengecilkan variance? Apa
yang sudah kita pelajari untuk menyusun anggaran yang lebih baik tahun
depan?
4–Rekuitmen.
Rekrutlah orang-orang terbaik yang bisa anda dapatkan. Tentukan dengan jelas
tugas yang harus diselesaikan, lalu cari orang yang mampu melakukannya, tak
peduli apakah itu untuk pekerjaan CFO, tenaga penjual atau hanya seorang
clerk saja. Lalu beri mereka gaji / imbalan yang layak dan tuntutlah
performa yang luar biasa dari mereka. Anda akan mendapatkan bahwa uang yang
anda bayarkan untuk mereka memberikan imbalan yang jauh lebih banyak. Anda
pun hanya butuh sedikit orang untuk menjalankan perusahaan. Jika anda
mempekerjakan orang berdasarkan berapa gaji yang bersedia anda bayarkan,
maka anda takkan pernah mendapatkan lebih dari besar gaji itu, dan itu bukan
cara membangun perusahaan yang besar. Pekerjakan orang-orang yang terbaik.
5–Manajemen.
Berikan kesempatan bagi karyawan anda untuk melakukan apa yang semestinya
mereka lakukan. Beri mereka visi, petunjuk dan arahan yang jelas lalu
menjauhlah anda dari setiap detil. Mereka takkan pernah melakukan apa yang
mungkin anda lakukan, namun seringkali mereka melakukannya lebih baik dari
anda. Jika performa mereka tidak sesuai dengan standar perusahaan, maka
ganti saja pekerjaan mereka atau ganti mereka. Jangan menghabiskan waktu
untuk menutup-nutupi kelemahan mereka. Ini hanya akan menambah kelemahan
diri anda sendiri, dan pekerjaan pun takkan pernah selesai dengan baik.
Fokus manajemen dicapai melalui pencanangan visi yang jelas, rencana
tindakan dan mempekerjakan karyawan yang berbakat, berdedikasi untuk
melakukan apa pun demi mencapai tujuan. Keberhasilan bsnis dicapai dengan
menguasai proses tersebut, atau bila tidak, mungkin anda hanya sedang
beruntung saja. Maka, sebenarnya mana yang anda pilih? (07052002)
(Disadur dari: Gene Siciliano, CMC, CMA, The Greatest Management Challenge)
http://www.resensi.net/tantangan-bagi-entreprener/2008/05/24/
Senin, 21 Desember 2009
Kisah Anjing Menyusui Anak Kucing
BANYUMAS - Adalah hal yang lumrah jika mendengar dan melihat antara anjing dan kucing, merupakan hewan yang selalu bermusuhan. Bagaimana jika kedua hewan ini menjadi pasangan induk dan anak? Apakah masih lumrah?
Jika kedua hewan yang sejak jaman dulu kala saling bertengkar, kemudian terdengar menjalin keakraban di satu rumah, mungkin pernah terdengar. Tapi berbeda dengan yang satu ini.
Hal inilah yang terjadi di Banyumas antara induk anjing yang diberi nama Ciwek piaraan Asong (39), salah seorang warga Desa Tambak Negara, Kecamatan Rawalo, Banyumas, dengan anak-anak kucing milik warga lainnya.
Siapapun tidak menyangka jika Ciwek pada akhirnya menyusui tiga ekor anak kucing yang diberi nama Boy, Teddy , dan Novi itu.
Kejadian unik ini berawal ketika tetangga Asong, Edi Wahono (50), menitipkan tiga ekor anak kucing piaraannya yang baru saja ditinggal mati induknya karena keracunan. Kemudian di saat yang bersamaan, Ciwek juga baru ditinggal mati anak-anaknya.
Tak bisa diduga apa yang melatarbelakangi kedua jenis hewan tersebut saling melengkapi. Namun Edi menduga, kedua hewan ini merasa memiliki nasib yang sama.
"Saat masih berusia satu bulan, anak-anak kucing ini ditinggal mati induknya karena keracunan. Induk anjing milik tetangga saya ini juga kehilangan anak-anaknya karena mati. Itulah yang menjadikan mereka jadi harmonis," ujar Edi Wahono, Senin 14 Desember kemarin.
Dituturkan, setiap hari anak-anak kucing ini selalu makan dalam satu wadah dengan induk anjing. Usai makan, mereka juga saling bercanda di halaman rumah.
Jadi, masihkah dianggap lumrah?
Siapa sangka jika akhirnya seekor induk anjing, Ciwek, mau menyusui tiga ekor anak kucing, Boy, Teddy, dan Novi. Empati, mungkin itulah yang berusaha ditunjukkan Ciwek pada ketiga ekor anak kucing yang ditinggal mati induknya.
Ketika menitipkan tiga ekor anak kucing piaraannya, Edi Wahono (50) sama sekali tak menyangka jika piaraannya malah menemukan induk yang baru dalam diri piaraan Asong, Ciwek. Padahal, pada awalnya Edi hanya merasa iba pada piarannya yang baru saja kehilangan induknya karena mati keracunan.
Asong sendiri yang menerima titipan tiga ekor anak kucing berumur 3 bulan ini, pada awalnya hanya membiarkan ketiganya dirawat di rumahnya. Tanpa sama sekali berniat mendekatkan ketiganya dengan Ciwek.
Namun perhatian kuat justru ditunjukkan Ciwek, si induk anjing. Dia yang juga ditinggal mati anak-anaknya seperti memberi perhatian kepada ketiga anak kucing ini.
Setiap hari, Ciwek menemani dan bercanda dengan Boy, Teddy, Novi. Beberapa minggu kemudian justru muncul keunikan lain, yaitu Boy, Teddy, Novi malah berusaha menyusu kepada Ciwek. Anehnya, Ciwek pun memberikan air susunya kepada Boy, Teddy, dan Novi.
Asong dan Edi menduga, kedua hewan dari jenis berbeda ini saling melengkapi karena didasari atas kesamaan nasib, dan kemudian saling melengkapi layaknya induk hewan dengan anak-anak yang dilahirkannya.
Ciwek sendiri, semula dipelihara sebagai anjing penjaga rumah Asong, yang berada di tepi Sungai Serayu, Desa Tambaknegara, Kecamatan Rawalo, Banyumas.
Kini Ciwek tidak hanya menjadi penjaga rumah Asong majikannya, namun juga menjadi penjaga bagi tiga ekor anak kucing yang sekarang menjadi anak-anaknya.(Saladin Ayyubi/Global/hri)
http://news.okezone.com/read/extend/2009/12/15/345/285240/ciwek-sayangi-boy-teddy-dan-novi
Jika kedua hewan yang sejak jaman dulu kala saling bertengkar, kemudian terdengar menjalin keakraban di satu rumah, mungkin pernah terdengar. Tapi berbeda dengan yang satu ini.
Hal inilah yang terjadi di Banyumas antara induk anjing yang diberi nama Ciwek piaraan Asong (39), salah seorang warga Desa Tambak Negara, Kecamatan Rawalo, Banyumas, dengan anak-anak kucing milik warga lainnya.
Siapapun tidak menyangka jika Ciwek pada akhirnya menyusui tiga ekor anak kucing yang diberi nama Boy, Teddy , dan Novi itu.
Kejadian unik ini berawal ketika tetangga Asong, Edi Wahono (50), menitipkan tiga ekor anak kucing piaraannya yang baru saja ditinggal mati induknya karena keracunan. Kemudian di saat yang bersamaan, Ciwek juga baru ditinggal mati anak-anaknya.
Tak bisa diduga apa yang melatarbelakangi kedua jenis hewan tersebut saling melengkapi. Namun Edi menduga, kedua hewan ini merasa memiliki nasib yang sama.
"Saat masih berusia satu bulan, anak-anak kucing ini ditinggal mati induknya karena keracunan. Induk anjing milik tetangga saya ini juga kehilangan anak-anaknya karena mati. Itulah yang menjadikan mereka jadi harmonis," ujar Edi Wahono, Senin 14 Desember kemarin.
Dituturkan, setiap hari anak-anak kucing ini selalu makan dalam satu wadah dengan induk anjing. Usai makan, mereka juga saling bercanda di halaman rumah.
Jadi, masihkah dianggap lumrah?
Siapa sangka jika akhirnya seekor induk anjing, Ciwek, mau menyusui tiga ekor anak kucing, Boy, Teddy, dan Novi. Empati, mungkin itulah yang berusaha ditunjukkan Ciwek pada ketiga ekor anak kucing yang ditinggal mati induknya.
Ketika menitipkan tiga ekor anak kucing piaraannya, Edi Wahono (50) sama sekali tak menyangka jika piaraannya malah menemukan induk yang baru dalam diri piaraan Asong, Ciwek. Padahal, pada awalnya Edi hanya merasa iba pada piarannya yang baru saja kehilangan induknya karena mati keracunan.
Asong sendiri yang menerima titipan tiga ekor anak kucing berumur 3 bulan ini, pada awalnya hanya membiarkan ketiganya dirawat di rumahnya. Tanpa sama sekali berniat mendekatkan ketiganya dengan Ciwek.
Namun perhatian kuat justru ditunjukkan Ciwek, si induk anjing. Dia yang juga ditinggal mati anak-anaknya seperti memberi perhatian kepada ketiga anak kucing ini.
Setiap hari, Ciwek menemani dan bercanda dengan Boy, Teddy, Novi. Beberapa minggu kemudian justru muncul keunikan lain, yaitu Boy, Teddy, Novi malah berusaha menyusu kepada Ciwek. Anehnya, Ciwek pun memberikan air susunya kepada Boy, Teddy, dan Novi.
Asong dan Edi menduga, kedua hewan dari jenis berbeda ini saling melengkapi karena didasari atas kesamaan nasib, dan kemudian saling melengkapi layaknya induk hewan dengan anak-anak yang dilahirkannya.
Ciwek sendiri, semula dipelihara sebagai anjing penjaga rumah Asong, yang berada di tepi Sungai Serayu, Desa Tambaknegara, Kecamatan Rawalo, Banyumas.
Kini Ciwek tidak hanya menjadi penjaga rumah Asong majikannya, namun juga menjadi penjaga bagi tiga ekor anak kucing yang sekarang menjadi anak-anaknya.(Saladin Ayyubi/Global/hri)
http://news.okezone.com/read/extend/2009/12/15/345/285240/ciwek-sayangi-boy-teddy-dan-novi
Kisah Anjing Menyusui Anak Kucing
BANYUMAS - Adalah hal yang lumrah jika mendengar dan melihat antara anjing dan kucing, merupakan hewan yang selalu bermusuhan. Bagaimana jika kedua hewan ini menjadi pasangan induk dan anak? Apakah masih lumrah?
Jika kedua hewan yang sejak jaman dulu kala saling bertengkar, kemudian terdengar menjalin keakraban di satu rumah, mungkin pernah terdengar. Tapi berbeda dengan yang satu ini.
Hal inilah yang terjadi di Banyumas antara induk anjing yang diberi nama Ciwek piaraan Asong (39), salah seorang warga Desa Tambak Negara, Kecamatan Rawalo, Banyumas, dengan anak-anak kucing milik warga lainnya.
Siapapun tidak menyangka jika Ciwek pada akhirnya menyusui tiga ekor anak kucing yang diberi nama Boy, Teddy , dan Novi itu.
Kejadian unik ini berawal ketika tetangga Asong, Edi Wahono (50), menitipkan tiga ekor anak kucing piaraannya yang baru saja ditinggal mati induknya karena keracunan. Kemudian di saat yang bersamaan, Ciwek juga baru ditinggal mati anak-anaknya.
Tak bisa diduga apa yang melatarbelakangi kedua jenis hewan tersebut saling melengkapi. Namun Edi menduga, kedua hewan ini merasa memiliki nasib yang sama.
"Saat masih berusia satu bulan, anak-anak kucing ini ditinggal mati induknya karena keracunan. Induk anjing milik tetangga saya ini juga kehilangan anak-anaknya karena mati. Itulah yang menjadikan mereka jadi harmonis," ujar Edi Wahono, Senin 14 Desember kemarin.
Dituturkan, setiap hari anak-anak kucing ini selalu makan dalam satu wadah dengan induk anjing. Usai makan, mereka juga saling bercanda di halaman rumah.
Jadi, masihkah dianggap lumrah?
Siapa sangka jika akhirnya seekor induk anjing, Ciwek, mau menyusui tiga ekor anak kucing, Boy, Teddy, dan Novi. Empati, mungkin itulah yang berusaha ditunjukkan Ciwek pada ketiga ekor anak kucing yang ditinggal mati induknya.
Ketika menitipkan tiga ekor anak kucing piaraannya, Edi Wahono (50) sama sekali tak menyangka jika piaraannya malah menemukan induk yang baru dalam diri piaraan Asong, Ciwek. Padahal, pada awalnya Edi hanya merasa iba pada piarannya yang baru saja kehilangan induknya karena mati keracunan.
Asong sendiri yang menerima titipan tiga ekor anak kucing berumur 3 bulan ini, pada awalnya hanya membiarkan ketiganya dirawat di rumahnya. Tanpa sama sekali berniat mendekatkan ketiganya dengan Ciwek.
Namun perhatian kuat justru ditunjukkan Ciwek, si induk anjing. Dia yang juga ditinggal mati anak-anaknya seperti memberi perhatian kepada ketiga anak kucing ini.
Setiap hari, Ciwek menemani dan bercanda dengan Boy, Teddy, Novi. Beberapa minggu kemudian justru muncul keunikan lain, yaitu Boy, Teddy, Novi malah berusaha menyusu kepada Ciwek. Anehnya, Ciwek pun memberikan air susunya kepada Boy, Teddy, dan Novi.
Asong dan Edi menduga, kedua hewan dari jenis berbeda ini saling melengkapi karena didasari atas kesamaan nasib, dan kemudian saling melengkapi layaknya induk hewan dengan anak-anak yang dilahirkannya.
Ciwek sendiri, semula dipelihara sebagai anjing penjaga rumah Asong, yang berada di tepi Sungai Serayu, Desa Tambaknegara, Kecamatan Rawalo, Banyumas.
Kini Ciwek tidak hanya menjadi penjaga rumah Asong majikannya, namun juga menjadi penjaga bagi tiga ekor anak kucing yang sekarang menjadi anak-anaknya.(Saladin Ayyubi/Global/hri)
http://news.okezone.com/read/extend/2009/12/15/345/285240/ciwek-sayangi-boy-teddy-dan-novi
Jika kedua hewan yang sejak jaman dulu kala saling bertengkar, kemudian terdengar menjalin keakraban di satu rumah, mungkin pernah terdengar. Tapi berbeda dengan yang satu ini.
Hal inilah yang terjadi di Banyumas antara induk anjing yang diberi nama Ciwek piaraan Asong (39), salah seorang warga Desa Tambak Negara, Kecamatan Rawalo, Banyumas, dengan anak-anak kucing milik warga lainnya.
Siapapun tidak menyangka jika Ciwek pada akhirnya menyusui tiga ekor anak kucing yang diberi nama Boy, Teddy , dan Novi itu.
Kejadian unik ini berawal ketika tetangga Asong, Edi Wahono (50), menitipkan tiga ekor anak kucing piaraannya yang baru saja ditinggal mati induknya karena keracunan. Kemudian di saat yang bersamaan, Ciwek juga baru ditinggal mati anak-anaknya.
Tak bisa diduga apa yang melatarbelakangi kedua jenis hewan tersebut saling melengkapi. Namun Edi menduga, kedua hewan ini merasa memiliki nasib yang sama.
"Saat masih berusia satu bulan, anak-anak kucing ini ditinggal mati induknya karena keracunan. Induk anjing milik tetangga saya ini juga kehilangan anak-anaknya karena mati. Itulah yang menjadikan mereka jadi harmonis," ujar Edi Wahono, Senin 14 Desember kemarin.
Dituturkan, setiap hari anak-anak kucing ini selalu makan dalam satu wadah dengan induk anjing. Usai makan, mereka juga saling bercanda di halaman rumah.
Jadi, masihkah dianggap lumrah?
Siapa sangka jika akhirnya seekor induk anjing, Ciwek, mau menyusui tiga ekor anak kucing, Boy, Teddy, dan Novi. Empati, mungkin itulah yang berusaha ditunjukkan Ciwek pada ketiga ekor anak kucing yang ditinggal mati induknya.
Ketika menitipkan tiga ekor anak kucing piaraannya, Edi Wahono (50) sama sekali tak menyangka jika piaraannya malah menemukan induk yang baru dalam diri piaraan Asong, Ciwek. Padahal, pada awalnya Edi hanya merasa iba pada piarannya yang baru saja kehilangan induknya karena mati keracunan.
Asong sendiri yang menerima titipan tiga ekor anak kucing berumur 3 bulan ini, pada awalnya hanya membiarkan ketiganya dirawat di rumahnya. Tanpa sama sekali berniat mendekatkan ketiganya dengan Ciwek.
Namun perhatian kuat justru ditunjukkan Ciwek, si induk anjing. Dia yang juga ditinggal mati anak-anaknya seperti memberi perhatian kepada ketiga anak kucing ini.
Setiap hari, Ciwek menemani dan bercanda dengan Boy, Teddy, Novi. Beberapa minggu kemudian justru muncul keunikan lain, yaitu Boy, Teddy, Novi malah berusaha menyusu kepada Ciwek. Anehnya, Ciwek pun memberikan air susunya kepada Boy, Teddy, dan Novi.
Asong dan Edi menduga, kedua hewan dari jenis berbeda ini saling melengkapi karena didasari atas kesamaan nasib, dan kemudian saling melengkapi layaknya induk hewan dengan anak-anak yang dilahirkannya.
Ciwek sendiri, semula dipelihara sebagai anjing penjaga rumah Asong, yang berada di tepi Sungai Serayu, Desa Tambaknegara, Kecamatan Rawalo, Banyumas.
Kini Ciwek tidak hanya menjadi penjaga rumah Asong majikannya, namun juga menjadi penjaga bagi tiga ekor anak kucing yang sekarang menjadi anak-anaknya.(Saladin Ayyubi/Global/hri)
http://news.okezone.com/read/extend/2009/12/15/345/285240/ciwek-sayangi-boy-teddy-dan-novi
Waspada Kecurangan Isi Tabung Gas 3 Kg
Marieska Harya Virdhani - Okezone
(Foto: Koran SI)
DEPOK - Himpunan Swasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Kota Depok meminta masyarakat untuk berhati-hati terhadap kecurangan isi tabung gas elpiji tiga kilogram oleh agen nakal.
Hiswana Migas meminta masyarakat segera melaporkan hal tersebut untuk ditindaklanjuti.
Ketua Hiswana Migas Yahman Setiawan mengatakan, pihaknya siap menelisik jalur distribusi elpiji 3 kilogram untuk mencari indikasi terjadinya kecurangan. ”Kalau ada laporan dari masyarakat tentang kurangnya isi gas, akan kami tindak agennya,” tegasnya kepada wartawan, Selasa (22/12/2009).
Menurut Yahman, pihaknya selalu melakukan pemantauan secara rutin terhadap 25 agen gas elpiji di Depok. Selama ini, ujar Yahman, belum ditemukan adanya penyusutan isi gas yang melebihi batas toleransi.
"Selama ini memang ada penyusutan, paling berkisar satu hingga dua ons. Penyusutan tersebut biasanya sering terjadi saat pengisian Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE)," terangnya.
Yahman mengaku selama ini pihaknya tidak pernah melakukan penimbangan ulang setelah dilakukan pengisian di SPBE. “Karena jumlah tabung mencapai ribuan, tidak mungkin kami menimbang satu per satu. Justru pengisian di SPBE yang harus diperhatikan. Pengisian di SPBE tidak pernah dilakukan pengukuran dengan alasan alat pengukurnya rusak,” paparnya.
Dia mengimbau kepada masyarakat pengguna gas elpiji 3 kilogram untuk menukar gas elpiji jika mendapatkan takaran tabung yang tidak sesuai. "Berkurangnya isi tabung gas elpiji biasanya diketahui oleh konsumen. Tukarkan saja, saya jamin diganti," serunya.(ton)
(Foto: Koran SI)
DEPOK - Himpunan Swasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Kota Depok meminta masyarakat untuk berhati-hati terhadap kecurangan isi tabung gas elpiji tiga kilogram oleh agen nakal.
Hiswana Migas meminta masyarakat segera melaporkan hal tersebut untuk ditindaklanjuti.
Ketua Hiswana Migas Yahman Setiawan mengatakan, pihaknya siap menelisik jalur distribusi elpiji 3 kilogram untuk mencari indikasi terjadinya kecurangan. ”Kalau ada laporan dari masyarakat tentang kurangnya isi gas, akan kami tindak agennya,” tegasnya kepada wartawan, Selasa (22/12/2009).
Menurut Yahman, pihaknya selalu melakukan pemantauan secara rutin terhadap 25 agen gas elpiji di Depok. Selama ini, ujar Yahman, belum ditemukan adanya penyusutan isi gas yang melebihi batas toleransi.
"Selama ini memang ada penyusutan, paling berkisar satu hingga dua ons. Penyusutan tersebut biasanya sering terjadi saat pengisian Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE)," terangnya.
Yahman mengaku selama ini pihaknya tidak pernah melakukan penimbangan ulang setelah dilakukan pengisian di SPBE. “Karena jumlah tabung mencapai ribuan, tidak mungkin kami menimbang satu per satu. Justru pengisian di SPBE yang harus diperhatikan. Pengisian di SPBE tidak pernah dilakukan pengukuran dengan alasan alat pengukurnya rusak,” paparnya.
Dia mengimbau kepada masyarakat pengguna gas elpiji 3 kilogram untuk menukar gas elpiji jika mendapatkan takaran tabung yang tidak sesuai. "Berkurangnya isi tabung gas elpiji biasanya diketahui oleh konsumen. Tukarkan saja, saya jamin diganti," serunya.(ton)
Ajarkan Anak Etika Liburan
ANDA ingin si kecil jadi anak baik, tapi apakah mereka tahu makna keinginan Anda? Ajaran tentang sopan santun yang Anda berikan pada si kecil akan teruji saat liburan bersama keluarga.
Gambaran sempurna dalam Natal: keluarga besar kumpul di meja makan, banyak hadiah di ruang keluarga, dan nampan minuman di atas meja tamu. Si kecil tak sabar membuka hadiah untuknya, keadaan pun mulai kacau.
Anda dapat mencegah kekacauan, tapi tak bisa menghentikannya segera. Teriakkan, “Ayo, berhenti!” hanya membuat tangis si kecil meraung-raung. Lalu, bagaimana?
Berikut beberapa triknya, seperti dikutip Sheknows.
Tangani dengan sigap
Penting untuk menyiapkan si kecil liburan dengan baik. Luangkan sedikit waktu untuk bicara dengannya tentang etiket yang baik.
Apa yang akan Anda lakukan saat berada di antara keluarga besar, dan si kecil membuat berpolah tidak sopan? “Pindahkan si kecil dari situasi tersebut ke ruangan lain,” kata Dr Jodi Stoner and Lori Weiner, co-authors “Good Manners are Contagious”.
Jelaskan dengan tenang bahwa luapan kemarahannya menyakiti perasaan saudara-saudaranya, dan katakan, “’Tidak baik menyakiti perasaan seseorang’. Pastikan dia meminta maaf,” kata Dr Stoner.
Bawa si kecil kembali ke ruangan tanpa banyak cakap untuk menyinggung kesalahannya. Jangan sampai ada keluarga yang mendengar permintaan maafnya pada Anda, tapi biarkan dia berlalu seperti tak ada masalah.
Setelah itu, Anda bisa melanjutkan obrolan bersama keluarga. Jangan heran kalau ada kerabat yang memanfaatkan situasi tersebut untuk menunjukkan kelamahan Anda dalam mengasuh anak. Toh, Anda sigap menangani kemarahan si kecil.
Hentikan kebiasaan buruknya sebelum dimulai
Kalau tak ingin liburan jadi momen penuh malapetaka, persiapkan sejak jauh-jauh hari untuk bicara dengan si kecil tentang harapan Anda. Biarkan ia tahu bahwa Anda tetap akan memeluk dan menciumnya meski sibuk mempersiapkan kegiatan liburan.
Katakan pula bahwa kemungkinan ia akan menerima hadiah yang tidak disukai. Ajarkan dia cara menangani situasi tersebut.
“Ajarkan secara spesifik cara merespons hadiah yang tidak disukainya. Itu memberi anak Anda rasa percaya diri untuk menangani situasi sulit, juga waktu yang baik untuk mengajarkan ide di balik pemberian hadiah. Jadi, dia mengerti konsep persiapan dan pertimbangan dalam memilih dan membeli hadiah untuknya,” papar Dr Storer.
Sebagai contoh, Anda bisa mengatakan pada si kecil, “Kalau nenek kasih kamu hadiah yang nggak kamu suka, tetap harus bilang terima kasih dan berikan nenek pelukan dan ciuman. Dia sangat mencintaimu, dan memilih hadiah yang ia kira itu kamu sukai.”
Untuk membiasakan etiket baik, Anda bisa bermain peran (role-playing) memberi hadiah. Anda juga harus menjadi contoh yang baik. Caranya, tunjukkan penghargaan tulus atas hadiah yang Anda terima.
Terakhir, bicarakan pula pada si kecil tentang makna liburan. Liburan tak melulu soal hadiah, tapi kebersamaan dengan keluarga tak kalah penting.
Fitri Yulianti - Okezone
Gambaran sempurna dalam Natal: keluarga besar kumpul di meja makan, banyak hadiah di ruang keluarga, dan nampan minuman di atas meja tamu. Si kecil tak sabar membuka hadiah untuknya, keadaan pun mulai kacau.
Anda dapat mencegah kekacauan, tapi tak bisa menghentikannya segera. Teriakkan, “Ayo, berhenti!” hanya membuat tangis si kecil meraung-raung. Lalu, bagaimana?
Berikut beberapa triknya, seperti dikutip Sheknows.
Tangani dengan sigap
Penting untuk menyiapkan si kecil liburan dengan baik. Luangkan sedikit waktu untuk bicara dengannya tentang etiket yang baik.
Apa yang akan Anda lakukan saat berada di antara keluarga besar, dan si kecil membuat berpolah tidak sopan? “Pindahkan si kecil dari situasi tersebut ke ruangan lain,” kata Dr Jodi Stoner and Lori Weiner, co-authors “Good Manners are Contagious”.
Jelaskan dengan tenang bahwa luapan kemarahannya menyakiti perasaan saudara-saudaranya, dan katakan, “’Tidak baik menyakiti perasaan seseorang’. Pastikan dia meminta maaf,” kata Dr Stoner.
Bawa si kecil kembali ke ruangan tanpa banyak cakap untuk menyinggung kesalahannya. Jangan sampai ada keluarga yang mendengar permintaan maafnya pada Anda, tapi biarkan dia berlalu seperti tak ada masalah.
Setelah itu, Anda bisa melanjutkan obrolan bersama keluarga. Jangan heran kalau ada kerabat yang memanfaatkan situasi tersebut untuk menunjukkan kelamahan Anda dalam mengasuh anak. Toh, Anda sigap menangani kemarahan si kecil.
Hentikan kebiasaan buruknya sebelum dimulai
Kalau tak ingin liburan jadi momen penuh malapetaka, persiapkan sejak jauh-jauh hari untuk bicara dengan si kecil tentang harapan Anda. Biarkan ia tahu bahwa Anda tetap akan memeluk dan menciumnya meski sibuk mempersiapkan kegiatan liburan.
Katakan pula bahwa kemungkinan ia akan menerima hadiah yang tidak disukai. Ajarkan dia cara menangani situasi tersebut.
“Ajarkan secara spesifik cara merespons hadiah yang tidak disukainya. Itu memberi anak Anda rasa percaya diri untuk menangani situasi sulit, juga waktu yang baik untuk mengajarkan ide di balik pemberian hadiah. Jadi, dia mengerti konsep persiapan dan pertimbangan dalam memilih dan membeli hadiah untuknya,” papar Dr Storer.
Sebagai contoh, Anda bisa mengatakan pada si kecil, “Kalau nenek kasih kamu hadiah yang nggak kamu suka, tetap harus bilang terima kasih dan berikan nenek pelukan dan ciuman. Dia sangat mencintaimu, dan memilih hadiah yang ia kira itu kamu sukai.”
Untuk membiasakan etiket baik, Anda bisa bermain peran (role-playing) memberi hadiah. Anda juga harus menjadi contoh yang baik. Caranya, tunjukkan penghargaan tulus atas hadiah yang Anda terima.
Terakhir, bicarakan pula pada si kecil tentang makna liburan. Liburan tak melulu soal hadiah, tapi kebersamaan dengan keluarga tak kalah penting.
Fitri Yulianti - Okezone
Senin, 14 Desember 2009
Ciri-ciri Pemimpin Berkarakter.
Aktualisasi karakter kepemimpinan yang diharapkan bangsa dan negara adalah yang mampu mengantarkan anak bangsa dari ketergantungan (dependency) menuju kemerdekaan ( independency ), selanjutnya menuju kontinum maturasi diri yang komplit ke saling tergantungan
(interdependency), memerlukan pembiasaan melalui contoh keteladanan perilaku para elite politik yang bergerak di eksekutif, yudikatif dan legislatif dalam taman sari demokrasi yang kondusif. Habitat yang dapat dijadikan persemaian karakter pemimpin itu antara lain harus dapat menumbuh suburkan dan mengembangkan perilaku dan sifat-sifat seperti :
1. Kesadaran diri sendiri (self awareness) jujur terhadap diri sendiri dan terhadap oranglain, jujur terhadap kekuatan diri, kelemahan dan usaha yang tulus untuk memperbaikinya.
2. Dasarnya seseorang pemimpin cenderung memperlakukan orang lain dalam organisasi atas dasar persamaan derajad, tanpa harus menjilat keatas menyikut kesamping dan menindas ke bawah. Diingatkan oleh Deepak Sethi agar pemimpin berempati terhadap bawahannya secara tulus.
3. Memiliki rasa ingin tahu dan dapat didekati sehingga orang lain merasa aman dalam menyampaikan umpan balik dan gagasan-gagasan baru secara jujur, lugas dan penuh rasa hormat kepada pemimpinnya.
4. Bersikap transparan dan mampu menghormati pesaing ( lawan politik ) atau musuh, dan belajar dari mereka dalam situasi kepemimpinan ataupun kondisi bisnis pada umumnya.
5. Memiliki kecerdasan, cermat dan tangguh sehingga mampu bekerja secara professional keilmuan dalam jabatannya. Hasil pekerjaanya berguna bagi dirinya, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.
6. Memiliki rasa kehormatan diri ( a sense of personal honour and personal dignity ) dan berdisiplin pribadi, sehingga mampu dan mempunyai rasa tanggungjawab pribadi atas perilaku pribadinya. Tidak seperti saat ini para pemimpin saling lempar ucapan pedas terhadap rekan sejawatnya yang berbeda aliran politiknya.
7. Memiliki kemampuan berkomunikasi, semangat " team work ", kreatif, percaya diri, inovatif dan mobilitas.
___________
Abdul Rahman Kadir, MM
(interdependency), memerlukan pembiasaan melalui contoh keteladanan perilaku para elite politik yang bergerak di eksekutif, yudikatif dan legislatif dalam taman sari demokrasi yang kondusif. Habitat yang dapat dijadikan persemaian karakter pemimpin itu antara lain harus dapat menumbuh suburkan dan mengembangkan perilaku dan sifat-sifat seperti :
1. Kesadaran diri sendiri (self awareness) jujur terhadap diri sendiri dan terhadap oranglain, jujur terhadap kekuatan diri, kelemahan dan usaha yang tulus untuk memperbaikinya.
2. Dasarnya seseorang pemimpin cenderung memperlakukan orang lain dalam organisasi atas dasar persamaan derajad, tanpa harus menjilat keatas menyikut kesamping dan menindas ke bawah. Diingatkan oleh Deepak Sethi agar pemimpin berempati terhadap bawahannya secara tulus.
3. Memiliki rasa ingin tahu dan dapat didekati sehingga orang lain merasa aman dalam menyampaikan umpan balik dan gagasan-gagasan baru secara jujur, lugas dan penuh rasa hormat kepada pemimpinnya.
4. Bersikap transparan dan mampu menghormati pesaing ( lawan politik ) atau musuh, dan belajar dari mereka dalam situasi kepemimpinan ataupun kondisi bisnis pada umumnya.
5. Memiliki kecerdasan, cermat dan tangguh sehingga mampu bekerja secara professional keilmuan dalam jabatannya. Hasil pekerjaanya berguna bagi dirinya, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.
6. Memiliki rasa kehormatan diri ( a sense of personal honour and personal dignity ) dan berdisiplin pribadi, sehingga mampu dan mempunyai rasa tanggungjawab pribadi atas perilaku pribadinya. Tidak seperti saat ini para pemimpin saling lempar ucapan pedas terhadap rekan sejawatnya yang berbeda aliran politiknya.
7. Memiliki kemampuan berkomunikasi, semangat " team work ", kreatif, percaya diri, inovatif dan mobilitas.
___________
Abdul Rahman Kadir, MM
Langganan:
Postingan (Atom)